Senin, 08 September 2014

:(

Selamat malam. Saksi bisu malam ini adalah laut. Lama sudah membisu, menyimpan keluh kesah dalam diri. Menahan sakit hati sendirian. Tapi, seharusnya bukan ini, kapan Cintaku dibalas dengan ketulusan? Aku rindu.
Cinta itu seperti pasir, semakin digenggam semakin ia ingin melepas. Maka, tambahkan air agar padat, cairkan hatimu, ikhlaskan. 
jujur, aku bingung dengan semua ini, logika dengan perasaanku selalu bertolak belakang. Aku sakit bila mengikuti perasaanku tapi aku sadar akan resiko-resiko yang aku dendamkan. Ketika cinta itu berlabuh, seharusnya aku tau apa yang akan terjadi, semua Tentang kebahagiaan dan kesedihan. Tapi aku benar-benar merasakan sakit itu. Kenapa aku yang harus mengikhlaskan? Bukankah aku udah berjuang smpai titik darah penghabisan? Bukankah aku udah berada didasar? Dimana tempat para manusia menginjak-injak? Bukankah aku sudah hina? Lalu kenapa aku juga yang harus mengikhlaskan? Tuhan, aku Mohon datangkan kebesaranmu. Ku serahkan semuanya padaMu. Ma fi qolbi ghairullah o:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar